Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman dan dengan perasaan

Rabu, 11 Mei 2016

Rabbul Izzati...
izinkan hati ini menuliskan beberapa kalimat yang tertahan sejak lama, diatas kertas hitam hanya aku dan Mu yang mengerti tentang segalanya.
aku hanya memiliki sebuah tanda tanya besar diakhir Desember ini.
aku hanya berharap segalanya terjawab dengan cepat, khidmah juga berkarah.
hanya makna majazi tentang aku melakukan segalanya sendiri.
hakikinya denganMu ku jalani setiap sentimeternya.

Rabbul 'alamiin...
izinkan aku merasakan kepemilikan ini benar-benar memiliki.
tak hanya sekedar senyum dan tawa yang nyata, namun beserta cintannya dan keridhaanMu.
nanti, akan ada lafadz yang takkan pernah aku lupa setiap getarannya.


Aku tak tau pasti bahagia yang bagaimana yang akan menjelma nanti.
namun yang jelas itu yang paling aku rindukan setelah rinduku pada Allah dan Rasul-Nya.

Sejauh ini, air mata tetap menjadi saksi atas segala rasa.
Sejauh ini, hanya senja yang menatap lebih lama senyum kecil yang menepi diwajah.
Sejauh ini, hanya do'a yang saling berpeluk setiap lima waktu bahkan lebih.

Semoga saja, tak ada perpisahan setelah pertemuan antara kita dan hati kita.

Teruntuk seluruh rasa yang bersatu dalam jiwa;
Aku mencintaimu meski cinta tak pernah lahir didunia :)

-Putri Senja, 30 Desember 2013.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts