Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman dan dengan perasaan

Senin, 18 April 2016



Kata orang, kenangan itu menyakitkan dan pantas untuk dibuang.
Kata orang, kenangan itu peneduh bagi jiwa yang sedang merindu.
Namun kata hatiku, kenangan adalah namamu.

Harus ku akui, denyut kenangan terkadang berubah menjadi seulas senyum atau bahkan bisa berubah jadi airmata yang mengalir tanpa henti.
Ada banyak aliansi rasa dalam sekotak merah jambu yang bernama hati. Dari mulai yang terbakar sampai abu, atau hanya sekedar hangus, atau mungkin hanya sekedar kumal dan berdebu, juga mungkin masih ada yang sewangi kasturi. Semua ini, hanya berbicara satu kata -kenangan- dan satu rasa -rindu-.

Kertas usang ini menjadi saksi atas perjalananku yang kesekian kali untuk menenun rindu dan mengemban kata tunggu.
Mungkin, sampai sehelai kertas ini sampai benar-benar menjadi abu, aku akan selalu mematung, menanti dekapanmu pada epidermis-epidermis seluruh tubuhku, hanya dirimu..

Biarlah kertas ini semakin berantakan, memoar disetiap jalanan yang tertinggal lalu terlupakan.
Atau semakin hitam karena debu begitu lekat memeluknya, atau mungkin nanti akan terbakar lagi. Tak ku pikirkan kepahitan itu semua, biarlah. Asal aku dapat menyelami kasih sayangmu yang selalu baru juga haru.

-Putri Senja

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts