Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman dan dengan perasaan

Catatan Kecil Cinta

Perhatikan Mental

Resensi dan Analisis Film Into The Wild

Kamis, 28 April 2016

Resensi Film Into The Wild
Tokoh utama bernama Christophe Johnson. Film berdurasi 2 jam lebih ini terinspirasi dari kisah nyata dari seorang Christopher Johnson yang mencari makna hidupnya ke alam liar, Alaska.
Masa kecilnya hidup dengan bahagia, yang terlahir dari orang tua yang ambisius dan ia mempunyai seorang adik perempuan. Hanya semakin ia besar, semakin sering orang tuanya bertengkar sehingga ia jenuh dengan keadaan orang tua-nya yang seperti itu. Ayahnya tidak mampu berlaku adil terhadap dirinya, sehingga ia membenci ayahnya sendiri.
Kemudian ia mampu menjadi seorang yang sukses ia pun telah menikah dengan seorang gadis yang cantik. Namun ia merasa tidak puas dengan yang diperoleh dan melihat kehidupan penuh dengan aturan dan kekangan. Ia merasa haus akan kebebasan. Maka ia pergi sejauh mungkin, dan menutupi jejak kepergiannya agar tidak ada satu orangpun yang ia kenal dapat menemukannya. Ia mengubah pola hidupnya dan membuang seluruh identitasnya, juga mengganti namanya mejadi Alex.
Ia pergi ke alam liar, tujuannya adalah Alaska. Ia berusaha sangat keras untuk berhasil sampai disana. Beberapakali ia bekerja untuk persediaan makanan dan mencuri perahu untuk transportasi menuju alaska.
Sampai akhirnya ia sampai di alam liar bernamakan Alaska. Ia temukan kepuasan hidup dan kebebasan hidupnya disana, dan meninggal dunia disana.
Analisis Film Into The Wild
Film into the wild ini secara garis besar mendeskripsikan pencarian jati diri, makna hidup, dan aktualisasi diri seseorang. Lingkungan dan kehidupan yang mendorong ia untuk mencari makna hidup dan kebebasan yang lain di alam liar Alaska.
Beberapa aspek kehidupan yang dimaknai Christopher keberartian hidup, kepuasan hidup, dan kebebasan hidup. Ia mencari kesemuanya itu ke alam liar Alaska. Ia memiliki banyak cara untuk mencapai tujuan hidupnya itu.
Creative Value yang dilakukan Christopher adalah pergi menjauhi orang-orang terdekatnya, pergi menggunakan mobil dan menghilangkan jejaknya, lalu mengilangkan segala identitas dan menggantikannya dengan identitas yang baru, mencuri perahu kecil untuk transportasi menuju Alaska.
Frankl menyatakan dalam teorinya cara seseorang mencapai makna hidup adalah dengan 3 cara, yaitu Creative Value, Eksperiensial Value, dan Etitudinal Value. Yang terpenuhi oleh Christopher hanya Creative Value dan Etitudinal Value sedangkan Eksperiensial Value tidak terpenuhi. Sehingga inilah, yang menyebabkan kebahagiaan yang ia peroleh sangat singkat yang berujung pada kebosanan menjalani hidup, frustasi, depresi, merasa hidupnya tidak berarti, hampa, tidak punya tujuan hidup, putus asa dan akhrirnya meninggal dunia karenanya.
Sedangkan dalam hierarki kebutuhan Abraham Maslow, hanya sedikit yang terpenuhi oleh Christopher. Kebutuhan fisiologi terpenuhi, hanya kebutuhan sexual terhambat karena keterpisahannya dengan orang-orang. Safety, ia mampu menjaga dirinya dengan baik namun tidak dijaga dengan kehadiran orang lain. Belonging and love, Christopher mendapatkannya hanya dari adik dan istrinya, sementara orang tuanya sedikit mengabaikan, setelah terpisah dari orang-orang maka ia kehilangan seluruh kebutuhan belonging and love. Self esteem, kebutuhan yang tidak terpenuhi karena dia terlahir sebagai “anak haram” dan tidak ada dunia sosial di Alaska. Aktualisasi diri, kebutuhan ini terpenuhi. Ia mampu mencapai apa yang dia inginkan, jati dirinya, dan makna hidupnya. Namun karena keempat kebutuhan lainnya tidak terpenuhi bahkan hilang, jadi kebahagiaan yang diperolehnya sangat singkat. Sehingga berujung ketidak berdayaan dalam hidup, dsb. Sehingga hal itu menjadi salah satu faktor Christopher meninggal dunia.

Selasa, 19 April 2016

Nanti,
Jika aku masih bertahan dengan nafas berat di sisa usiaku.
Aku masih bisa berjalan dengan kekuatan tulang yang sekadarnya.
Aku ingin habiskan waktu ku denganmu, walau hanya diatas kursi goyang tua, asalkan kita bersama.
Aku mau....

Dalam desah nafasku yang masih ringan
Langkahku tegak sampai ujung pantai
Dalam warna yang masih bisa ku lihat dengan nyata
Abjad yang jelas tertera dalam lembar buku tentangmu
Aku masih diam merangkai senyum, menenun rindu
Mengupas warna sendu yang abu menjadi jingga seperti milik senja
Menggumpalkan setiap tetes tegar untuk menjadi sabar tiada batas

Aku, tak mau sendu mengerubuni rindu ku
Maka aku, merangkainya dalam do'a disujud dan ruku' ku, agar rindu terbang dengan damai menuju bahtera yang Maha Damai.
Aku mencintainya bukan karena ia adalah wujud yang sempurna
Aku mencintainya, karena aku merasa sempurna olehnya
Karena cinta hadir dari tangan yang Maha Suci, maka hakikat cinta adalah kesucian.
Rindu ini tak sekedar berbicara tentang cinta, lebih besar dari itu melibatkan seluruh dimensi hati dan jiwa.

Dan masih tentang rindu, cinta dan sepi.
Sampai kapanpun, cinta masih tetap menjadi cerita dramatis; bisa dibuat menangis dan tertawa karenanya.
Bila cinta mereka adalah merah jambu, aku punya warna cintaku sendiri.
BIRU, itu warna cinta yang ku pilinkan di dada ku dan mu.

-Putri Senja

Senin, 18 April 2016



Kata orang, kenangan itu menyakitkan dan pantas untuk dibuang.
Kata orang, kenangan itu peneduh bagi jiwa yang sedang merindu.
Namun kata hatiku, kenangan adalah namamu.

Harus ku akui, denyut kenangan terkadang berubah menjadi seulas senyum atau bahkan bisa berubah jadi airmata yang mengalir tanpa henti.
Ada banyak aliansi rasa dalam sekotak merah jambu yang bernama hati. Dari mulai yang terbakar sampai abu, atau hanya sekedar hangus, atau mungkin hanya sekedar kumal dan berdebu, juga mungkin masih ada yang sewangi kasturi. Semua ini, hanya berbicara satu kata -kenangan- dan satu rasa -rindu-.

Kertas usang ini menjadi saksi atas perjalananku yang kesekian kali untuk menenun rindu dan mengemban kata tunggu.
Mungkin, sampai sehelai kertas ini sampai benar-benar menjadi abu, aku akan selalu mematung, menanti dekapanmu pada epidermis-epidermis seluruh tubuhku, hanya dirimu..

Biarlah kertas ini semakin berantakan, memoar disetiap jalanan yang tertinggal lalu terlupakan.
Atau semakin hitam karena debu begitu lekat memeluknya, atau mungkin nanti akan terbakar lagi. Tak ku pikirkan kepahitan itu semua, biarlah. Asal aku dapat menyelami kasih sayangmu yang selalu baru juga haru.

-Putri Senja

Popular Posts